Jumat, 16 Mei 2014

ESSAY



Pentingnya Pendidikan

            Kini, makin banyak saja pengamen-pengamen jalanan yang ada di jalan-jalan. Mulai itu  dari orang dewasa, maupun itu anak-anak. Tidak hanya pengamen-pengamen saja, di lampu lalu lintas pun kini juga banyak ditemukan anak-anak yang berjualan koran, ada juga anak-anak yang bekerja sebagai penyemir sepatu dan masih banyak lagi.
            Dari fakta-fakta tersebut, bagaimana Indonesia bisa maju, jika anak Indonesia yang bisa dikatakan memiliki keterbelakangan ekonomi saja tidak bersekolah. Mereka malah bekerja. Entah itu kemauan mereka sendiri atau perintah dari orang lain termasuk orang tua mereka sendiri. Memang, faktor ekonomi yang membuat mereka semua seperti ini. Orang tua- orang tua mereka menganggap sekolah itu tidak penting bagi mereka, yang mereka butuhkan hanyalah bekerja, bekerja dan bekerja. Padahal pendidikan sangatlah penting bagi anak-anak mereka. Dan juga rata-rata usia mereka belum waktunya untuk bekerja. Masa masa bermain mereka, mereka gunakan untuk bekerja demi menyambung hidup. Miris memang melihat anak-anak seperti itu. Mereka bekerja dari pagi hingga malam tak kenal waktu. Mungkin di dalam diri mereka memiliki rasa ingin untuk duduk di bangku sekolah dan mendapatkan pelajaran di sekolah.
            Permasalahan seperti ini termasuk permasalahan yang serius. Permasalahan seperti ini harus segera ditangani. Seharusnya permasalahan ini ditangi lebih lanjut lagi oleh pmerintah. Pemerintah harus membuat suatu rancangan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Contohnya seperti mengadakan beasiswa bagi siswa yang kurang mampu. Selain itu juga bisa dilakukan dengan mendirikan sekolah beserta dengan pengajarnya dan menggratiskan semuanya. Mungkin dengan begitu masalah pendidikan bisa teratasi.
            

ESSAY



Lunturnya Jiwa Nasionalisme di Jaman Sekarang

          “17 Agustus tahun ’45, itulah hari kemerdekaan kita, hari meredeka nusa dan bangsa hari lahirnya bangsa Indonesia, merdeka…”. Masih ingatkah anda dengan kutipan lagu tersebut? Ya pasti yang ada di benak anda adalah tentang kemerdekaan. Para pejuang berjuang melawan para penjajah untuk memerdekakan bangsa Indonesia. Semangat dan kegigihan para pejuang tak terpatahkan meskipun melawan para penjajah hanya dengan bambu runcing. Jiwa dan raga mereka relakan untuk kemerdekaan Indonesia.
            Disaat ini, dijaman sudah modern, dimana teknologi sudah berkembang pesat, dan Indonesia sudah merdeka hingga 68 tahun, jiwa nasionalisme diantara kita sudah mulai pudar dan luntur. Bisa diambil contoh, pada saat tanggal 17 Agustus 2013 kemarin, tak banyak, bahkan bisa dihitung jari orang-orang yang memasang bendera merah putih yang ada di sekitar rumah saya. Tak hanya itu saja, perayaan 17 Agustusan dari tahun ke tahun tidak meriah lagi seperti dulu. Lomba-lomba yang biasanya diadakan, sekarang sudah jarang diadakan lagi setiap tahunnya. Penjual-penjual bendera pun sudah jarang ada ketika akan memperingati hari kemerdekaan. Peristiwa-peristiwa lainnya yang bisa diambil contoh adalah saat ini tak banyak orang-orang yang sering menyanyikan lagu Indonesia Raya atau bahkan tidak hapal lagi lirik dari lagu Indonesia Raya itu semdiri. Dan juga kebanyakan orang tidak suka mempelajari sejarah-sejarah Indonesia. Padahal, mempelajari sejarah itu sendiri dapat menambah wawasan kita tentang para pejuang yang telah berkorban untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tawuran-tawuran antar pelajar, peperangan antar suku, para pejabat yang korupsi, juga termasuk dalam melunturnya jiwa nasionalisme yang terjadi di Indonesia.
            Dengan itu, kita sebagai generasi muda memajukan negara yang lebih baik dan lebih maju. Hal itu bisa dilakukan dengan cara kita menghargai para pejuang kita yang telah membantu untuk kemerdekaan Indonesia. Mempelajari sejarah-sejarah Indonesia pun juga bisa membuat kita ingat pada pahlawan-pahlawan bangsa. Mengikuti kegiatan upacara bendera disekolah. Tidak melakukan korupsi. Mempererat hubungan pertemanan, mempererat hubungan antar suku agar tidak terjadi konflik. Dengan begitu kita jadi memiliki jiwa nasionalisme dalam diri kita. 

Teks Anekdot



Ini nih guys, teks anekdot karya saya, ini dibuat karena tugas b.indo. semoga bisa menjadi inspirasi :)
PENCERAHAN DIRI
Suatu hari seorang Pejabat ingin mengadakan acara  Ma’jelis Ta’lim di rumahnya. Pejabat tersebut berencana memanggil seorang Ustadz sebagai pengisi acara di Ma’jelis Talimnya. Ia pemerintahkan ajudannya untuk mencarikan Ustadz yang bisa mengisi ceramah di acaranya nanti.
Segala sesuatu perlengkapan pun dipersiapkan dengan matang. Mulai dari snack, nasi kotak, tenda, dan lainnya. Tak lupa Pejabat tersebut pun mengundang anak yatim piatu dari sebuah Panti Asuhan. Tak hanya itu saja, warga sekitar pun juga di undang untuk turut meramaikan acara Ma’jelis Ta’lim tersebut. Setelah semua sudah siap, Pejabat tersebut menghubungi ajudannya. Setelah dihubungi, ternyata ajudannya sudah mendapatkan seorang Ustadz.
Sebelum acara dimulai, pejabat tersebut bertemu dengan ustadz yang akan mengisi ceramah. Pejabat dan Ustadz pun berbincang-bincang. Di sela-sela pembicaraan mereka, sang pejabat berkata “ Berapa uang yang harus saya bayar untuk anda Pak?” namun tak sepatah dua kata pun kata yang keluar dari mulut sang Ustadz, hingga keadaan seketika hening. Beberapa saat kemudian sang Ustadz bertanya kepada pejabat tersebut “ Tema apa yang akan saya bawakan pada ceramah nanti pak?” pejabat pun menjawab “ Soal tema terserah Ustadz saja, yang penting bermanfaat bagi kita semua” Ustadz pun menjawab “ Baiklah kalau begitu”
Acara pun di mulai, para undangan pun sudah berdatangan. Saat ini waktunya Ustadz menyampaikan ceramahnya. Kali ini Ustadz tersebut membahas masalah mengambil hak milik orang lain. Dalam menyampaikan ceramahnya, sang berkata “ Sesungguhnya mengambil hak milik orang lain itu dosa, apa lagi jika jumlahnya TIDAK SEDIKIT.” Tegas sang ustadz. Tanpa disangka semua yang hadir pun langsung bertepuk tangan dan dari belakang ada seorang lelaki yang menghampiri Ustadz dan mencoba meraih mic serta tatapannya menuju sang Pejabat dan berkata “ Bapak bawa kaca gak?’. Dan sang Pejabat  pun wajahnya tiba-tiba malu.

Kamis, 15 Mei 2014

Rabu, 01 Januari 2014

Pergantian Tahun


        Teretereteee….. dummm.. jdwarrr…  suara terompet dan kembang api memeriahkan datangnya malam pergantian tahun. Yap.. sudah menjadi tradisi tahunan bagi seluruh orang di Dunia untuk merayakan malam pergantian tahun atau di sebut juga malam tahun baru. Termasuk juga di Indonesia yang juga ikut merayakannya. Di tiap daerah atau kota pasti menyediakan tempat – tempat hiburan. Seperti contohnya, mendatangkan artis-artis  untuk memeriahkan.
            Malam pergantian tahun mendatangkan keuntungan tersendii bagi para pedagang terompet, kembang api, dan jagung. Ya.. karena itu semua memang ciri khas dari tahun baru. Para pedagang layaknya mendapatkan aji mumpung dari datangnya malam tahun baru ini. Mereka mendapatkan keuntungan lebih dari hasil penjualan mereka. Mereka bisa saja menaikan harga dagangan mereka menjadi beberapa kali lipat dari harga sebelumnya. Karena pasti orang-orang banyak yang mencari. Contohnya saja, jagung dijual dengan harga lebih mahal dari sebelumya. Para menanam jagung memang sudah memikirkan jauh hari, waktu tanam hingga bisa di panen di waktu dekat dengan tahun baru, karena memang menguntungkan bagi mereka.
            Di malam pergantian tahun orang-orang menghabiskan waktu mereka dengan berkumpul bersama keluarga barbequan di depan rumah sambil menunggu waktu pukul 00.00 tiba. Petasan dan kembang api ikut meramaikan begitu pula dengan terompet. Pukul 00.00 tiba, kembang api menghiasi langit dengan begitu meriahnya. Tampak warna-warni warnanya dilangit, tampak nyaring pula suara dari kembang apinya. Orang-orang pun antusias melihat keindahan dari kembang api.
            Sebenarnya, malam pergantian tahun baru bisa dilakukan dengan cara sederhana dan bermanfaat. Misalnya mengintropeksi diri di tahun sebelumnya, apakah diri kita ini masih banyak melakukan kesalahan atau tidak. Dan juga sudah banyakkah kebaikan di tahun lalu yang kita lakukan. Manfaat apa yang sudah kita berikan dari diri kita kepada orang lain. dan semoga kita bisa memperbaiki diri kita di tahun depan menjadi lebih baik lagi. Dan juga bisa dilakukan dengan melaksanakan doa bersama agar selalu diberi kelancaran hidup di tahun sebelumnya.

Sabtu, 17 Agustus 2013

artikel liburan


5 HAL YANG DILAKUKAN SAAT LEBARAN

Setelah sebulan penuh kita berpuasa di bulan Ramadhan, kita akhirnya bertemu pada hari yang ditunggu-tunggu yaitu hari raya Idul Fitri atau yang disebut hari Lebaran. Di hari lebaran, biasanya ada yg dilakukan dari tahun ke tahunnya. Berikut ini 5 hal yang dilakukan saat lebaran.

1.      PULANG KAMPUNG / MUDIK
Pulang kampong atau yang sering disebut mudik sudah menjadi tradisi tahunan saat libur lebaran. Setiap orang pulang ke kampung halamannya bertemu dengan sanak saudara. Mudik biasanya dilakukan oleh orang-orang yang merantau.

2.      MEMBERIKAN THR ( TUNJANGAN HARI RAYA )
Tunjangan hari raya atau yang disingkat THR, juga termasuk tradisi di hari lebaran. THR juga bisa di sebut salam temple. Bagi orang-orang yang mempunyai penghasilan lebih, biasanya membagi-bagikan THR dalam bentuk uang atau parsel. Kebanyakan penerima THR adalah anak anak kecil. Katanya sih THR sebagai hadiah untuk anak-anak setelah sebulan berpuasa.

3.      MEMBUAT MAKANAN KHAS LEBARAN
Membuat makanan saat lebaran juga termasuk hal yang paling tidak terlupakan. Makanan khas lebaran pada umumnya ada kue dan makanan berat. Kue yang paling sering kita jumpai adalah kue nastar, putri salju, kastangel, kacang goreng, dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk makanan beratnya sendiri ada opor ayam, lontong sayur, soto dan lain-lain. Dan yang paling khas lagi ada ketupat yang sebagai menu utamanya.  Hal ini telah menjadi tradisi tahunan yang dilakukan oleh tiap keluarga. Pada umumnya, kue khas lebaran bisa kita jumpai dibanyak toko-toko.

4.      MEMAKAI BAJU BARU
Memakai baju baru saat lebaran juga tidak terlupakan. Saat hari lebaran tiba, orang-orang memakai baju baru mereka. Ada istilah yang menyebutkan “ hati baru, baju baru saat lebaran”. Tidak semua orang memakai baju baru saat lebaran karena mengaanggap baru yang lama masih bisa dipakai. Memang, memakai baju baru saat lebaran bukanlah sebuah keharusan, melainkan hanya tradisi setiap tahunnya.

5.      BERSILATURAHMI
Bersilaturahmi saat lebaran memang harus dilakukan. Tujuannya agar tali persaudaraan  tetap terjaga kebaikannya. Bersilaturahmi dilakukan dengan bermaaf-maafan atas segala kesalahan yang pernah diperbuat.